Jumat, 20 Februari 2015

Pengalaman dalam Memulai Bisnis Peternakan Ayam Kampung Pedaging

Untuk memulai bisnis pembesaran ayam kampung pedaging, semua peternak tau bahwa yang paling utama dalam usaha ini adalah persiapan untuk membuat kandang dan perlengkapannya.

A. Membuat Kandang untuk Anak Ayam - DOC

Kandang untuk anak ayam berfungsi sebagai induk buatan yang memberikan kehangatan dan kenyamanan sehingga anak ayam
merasa dilindungi oleh induknya.

Untuk anak ayam yang jumlahnya kurang dari 500 ekor maka model kandangnya dapat berupa boks atau kotak yang terbuat dari kayu atau triplek dengan dilengkapi alat pemanas berupa lampu listrik atau alat pemanas lainnya.

jika luas lahan kita sempit maka bisa memakai desain kandang bertingkat dan untuk anak ayam yang jumlahnya lebih dari 500 ekor model kandangnya dapat berupa kandang postal terbuka besar yang ruangnya diperkecil dengan cara memberi sekat kayu atau seng, sehingga luas kandangnya tidak terlalu besar dan menyesuaikan dengan jumlah anak ayam. Perbandingan luas kandang dengan jumlah anak ayam adalah 1 m persegi/50 ekor ayam.

B. Membuat Kandang Postal/Slat Terbuka

Salah satu bentuk kandang yang digunakan untuk pembesaran ayam kampung secara intensif adalah kandang dengan tipe postal terbuka.

Kandang berdasarkan lantainya ada dua jenis yaitu lantai slat dan postal. Lantai slat adalah lantai kandang panggung dengan lantai menggunakan bahan potongan bambu bambu atau kawat ram. Kandang postal atau dikenal dengan kandang liter adalah kandang yang lantainya bersentuhan langsung dengan tanah.

B. Kegiatan Harian

Kegiatan pembesaran dilakukan dalam beberapa periode pemeliharaan, yaitu periode Brooding pada umur 1 - 14 hari, periode Starter pada umur 15 - 30 hari, periode Grower pada umur 31 - 60 hari, dan periode Finisher pada umur di atas 60 hari.

1. Periode Brooding (umur 1 - 14 hari)
Periode brooding merupakan periode yang kritis bagi anak ayam dan menentukan keberhasilan pemeliharaan periode selanjutnya. Anak ayam memerlukan perhatian khusus di dalam ruang induk buatan karena sistem pengaturan suhu tubuh anak ayam belum berfungsi secara sempurna.

Antisipasi segala kemungkinan yang menyebabkan ayam terserang penyakit. Ada 5 hal penting yang harus diperhatikan pada periode brooding sebagai berikut.

- Untuk hasil yang maksimal anak ayam yang baru datang (chick in) diberi air gula 2-5% terlebih dahulu selama 2-3 jam. Hal ini dikarenakan faktor keletihan DOC selama perjalanan DOC ke kandang tujuan.

- Setelah air gula habis dilanjutkan dengan pemberian Vita Chicks. Dengan demikian kebutuhan energi dan vitamin yang dibutuhkan oleh anak ayam dapat tercukupi.

- Melakukan vaksinasi pada saat anak ayam baru tiba, atau pada saat anak ayam baru menetas (jika penetasan telur dilakukan sendiri). Anak ayam divaksinasi pada umur 2 hari dengan vaksin Medivac ND-IB dan diulang pada umur 20 hari.

- Pengaturan suhu harus sesuai dengan kebutuhan anak ayam, jangan terlalu panas (ditandai dengan anak ayam yang menjauh dari lampu penghangat) dan jangan terlalu dingin (ditandai dengan anak ayam yang bergerombol dan berdesakan di bawah lampu penghangat).

- Memperhatikan tingkat kepadatan ruang induk buatan. Luas ruangan berhubungan dengan perkembangan dan pertumbuhan anak ayam, luas ruangan yang proporsional akan memberikan kenyamanan pada anak ayam sehingga aktivitas makan, minum, dan bergerak lebih leluasa.

- Jumlah tempat pakan dan minum disesuaikan dengan jumlah anak ayam.

- Alas harus tetap kering, jangan sampai dibiarkan basah karena akan menyebabkan bau dan jadi sarang penyakit.

Pakan yang diberikan pada periode ini adalah pakan pabrikan untuk ayam broiler jenis broiler 1 (kandungan proteinnya 22%) berbentuk serbuk atau seperti tepung yang agak kasar.

2. Periode Starter (umur 15 - 30 hari)
Evaluasi yang dilakukan terutama adalah jumlah kematian, pakan yang dikonsumsi, berat badan ayam. Pemberian obat dilakukan apabila ada kasus penyakit. Melakukan vaksinasi lanjutan pada hari ke-20 serta pemberian vitamin agar kondisi ayam tidak lemah. Pakan yang diberikan berupa pakan broiler 2 (kandungan proteinnya 20%) berbentuk crumble atau butiran.

3. Periode Grower (umur 30 - 60 hari)
Periode ini adalah masa pertumbuhan. Ayam sudah sempurna pertubuhan bulunya, dan sudah melewati masa kritis sehingga tidak diperlukan lagi induk buatan. Yang perlu diperhatikan adalah penjagaan kesehatan ayam, pemberian pakan tambahan, serta pemberian vitamin untuk pertumbuhan.

Pakan yang digunakan masih jenis pakan broiler 2, namun untuk lebih menekan biaya pakan dengan cara meramu pakan sendiri maupun dengan melakukan pencampuran pakan antara konsentrat broiler buatan pabrik, jagung, dan dedak.

3. Periode Finisher (umur 60 sampai panen)
Pada masa ini yang harus diperhatikan adalah enjaga kondisi ayam supaya tidak mengalami stres, tidak terserang penyakit, menghindari perkelahian antar ayam, serta dilakukan perencanaan pemanenan. Pemanenan ayam kampung biasanya dilakukan pada umur 80 hari atau sekitar 2,5 - 3 bulan. Berat rata-rata pada umur 80 hari untuk ayam kampung betina mencapai 750 gram, sedangkan jantan 900 gram.

Pakan yang digunakan lebih efisien jika mencampur pakan (konsentrat, jagung, dedak) atau meramu pakan sendiri. Kebutuhan nutrisi ayam kampung finisher adalah yang mengandung protein rendah (18%) dan energi tinggi (3.200 kkal/kg pakan).

Sebagai tambahan berikut kami sampaikan tips untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dari usaha pembesaran ayam kampung pedaging :

- Untuk menekan biaya pakan, bisa kita menyusun sendiri ransum. Anda bisa membeli buku panduan menyusun ransum ternak

- Harga DOC bisa didapatkan dengan harga lebih rendah dengan cara menetaskan telur sendiri. Anda bisa melihat artikel tentang Usaha Pembibitan DOC Ayam Kampung

- Waktu panen diusahakan hari-hari bermomen penting seperti hari perayaan agama, liburan, musim hajatan atau lainnya.

- Menekan angka kematian dengan cara pemeliharaan yang lebih intensif. Angka kematian masih dianggap baik apabila berkisar antara 5-10%.

Semoga saduran informasi yang telah kami terapkan ini bermanfaat bagi sahabat - sahabat sekalian.

Hidup Peternak Unggas Lokal Indonesia!!!

Tidak ada komentar: