Jumat, 20 Februari 2015

Kandang Ayam Yang Ideal Secara Teknis

Secara teknis, Kandang Ayam yang ideal itu sedikitnya memenuhi syarat - syarat sebagai berikut :

Lokasi Kandang
Kandang terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.

Pergantian Udara dalam Kandang
Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan
mengeluaran karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandamng harus baik.

Suhu Udara dalam Kandang
Suhu kandang ideal sesuai umur :

Umur (hari).      Suhu (  ̊C)
01 - 07.                34 – 42
08 – 14.               29 – 27
15 – 21.               26 – 25
21 – 28.               26 – 25
29 - 35.                23 - 21

Kemudahan Mendapatkan Sarana Produksi
Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.
Tipe Kandang
Tipe kandang broiler ada dua yaitu : bentuk tipe panggung dan tanpa panggung (liter). Tipe panggung lantai kandang jauh lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehinga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe liter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.

Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik, untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor /m2. Pada umur dewasa suhu kandang cepat meningkat, terutama siang hari. Hal ini yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, sterss, pertumbuhan terhambat, dan mudah terserang penyakit.

Pembangunan Kandang
A.   Kondisi Alam
Tingginya temperatur udara di Indonesia masih menjadi kendala dalam usaha peternakan, terutama di daerah dataran rendah dan pada saat musim kemarau. Pada msim pancaroba secara umum temperatur di berbagai tempat relatif tinggi. Temperatur pada siang hari di atas 34 ̊C, bahkan di daerah tertentu bisa mencapai di atas 38 ̊C.
Pada peternakan ayam, kondisi ini dapat mengakibatkan ayam manjadi stress (heat stress) dan megap-megap (panting), dehidrasi, laju pertumbuhan terhambat pada emperatur 30 ̊C dan tingkat konsumsi pakan menurun yang berakibat pada peningkatan konsumsi air minum. Ekstrimnya, pada temperatur 35 ̊C ayam broiler yang dipelihara bisa mati dan lebih dari 38 ̊C sudah pada kondisi yang cukup berbahaya (emergency) karena ayam yang mati mulai banyak.

1.    Rekayasa Kandang
Dalam hal perkandangan misalnya, banyak bentuk kandang yang bisa ipakai untuk mengatasi temperatur tinggi maupun perbedaan temperatur ekstrim siang dan malam, baik dengan konstruksi kandang sderhana maupun modern.

Bentuk kandang yang dapat digunakan untuk memelihara ayam broiler komersial bisa berupa kandang panggung, kandang postal (sistem liter) atau kandang close house (tertutup) yang bisa diatur ventilasi udaranya.

Kandang panggung merupakan bentuk kandang yang paling banyak dibangun untuk mengatasi temperatur panas. Kandang ini cocok untuk beternak ayam broiler komersial di daerah dataran rendah atau daerah berawa. Konstruksi rangka kandang bisa terbuat dari kayu, bambu, atau kayu dolken. Di daerah tertentu seperti ciamis dan sekitarnya, kandang panggung dibangun di atas kolam ikan sehingga dikenal dengan istilah longyam (balong ayam).

Keunggulannya udara bisa masuk dan keluar melalui ventilasi dari arah bawah dan samping kandang. Karena itu, pergerakan (sirkulasi) udara di dalam kandang menjadi baik. Akibatnya, temperatur di dalam kandang relatif lebih rendah dan ayam lebih nyaman. Kandang panggung cocok dibangun di daerah yang permukaan tanahnya bergelombang dan di daerah yang masih rawan binatang buas.

Hingga kini beberapa peternak masih ada yang merasa nyaman dan cocok dengan kandang sistem postal, meski ada kelemahan di deberapa sisi. Sirkulasi udara di dalam kandang bentuk ini kurang baik karena ventilasi kurang berungsi. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan jika kita memelihara ayam di kandang tipe postal, yaitu sebagai berikut :

a.    Atap kandang harus menggunakan monitor agar sirkulasi udara lebih baik serta panas dan gas beracun bisa keluar dari kandang.
b.    Bahan penutup atap kandang terbuat dari rumbia, genting, kayu, galvanis, atau asbes karena bahan ini bisa menyerap panas.
c.    Kandang dibangun di lahan terbuka shingga sirkulasi udara bisa masuk ke kandang secara lancar.
d.    Lebar kandang maksimum 7 meter. Hal ini bertujuan agar pergantian aliran udara berjalamn cepat sehingga tidak terjadi penumpukan udara panas di dalam kandang.

e.    Tinggi kandang (diukur dari lantai sampai garis atap terendah) minimum 2,4 meter. Namun, tinggi kandang di daerah yang memiliki musim kemarau lebih panjang sebaiknya 3 meter agar tidak terjasi penumpukan panas dan gas beracun yang dihasilkan oleh ayam.

f.     Bahan baku bangunan dan konstruksi kandang harus disesuaikan dengan kekuatan kandang yang diinginkan, ketersediann bahan baku, dan harga bahan baku. Konstruksi kandang biasanya terbuat dari kayu atau besi.

g.    Lantai kandang sebaiknya terbuat dari semen. Tujuannya agar mudah dibersihkan dan mempermudah proses sanitasi.

h.    Arah kandang harus diperhatikan agar sinar matahari tidak masuk langsung ke dalam kandamng dan angin dapat masuk langsung.

i.      Kepadatan ayam harus lebih longgar dibandingkan dengan ayam yang dipelihara di dalam kandang pangung (luasan 2 m2 berisi 6-7 ekor).

2.    Penghijauan Sekitar Kandang
Menanam pohon di sekitar kandang bisa berfungsi untuk menyerap radiasi sinar matahari damn meneduhkan lingkungan.

Keadaan ini secara langsung akan berpengaruh terhadap keadaan udara di dalam kandang. Udara di dalam kandang akan menjadi lebih segar dan relatif lebih dingin. Jarak penanaman pohon dari kandang adalah 10 meter.

Hal ini bertujuan agar udara yang mengalir ke dalam kandang terlebih dahulu tersaring oleh pohon. Selain itu, temperatur udara panas sudah diserap pohon sehingga panas yang mengalir ke kandang lebih rendah. Selain pepohonan besar, rumput dan tanaman pendek di sekitar kandang pun dapat dijadikamn sarana untuk menangkap panas yang dikeluarkan oleh sinar matahari. Panas langsung diserap oleh rumput namun tidak dipantulkan lagi ke udara bebas.

3.    Lokasi Kandang
Kandang adalah salah satu kebutuhan penting dalam bisnis peternakan. Fungsi utama kandang adalah untuk menjaga supaya ternak tidak berkeliaran dan memudahkan pemantauan serta perawatan ternak. Terdapat banyak sekali jenis kandang, baik berdasarkan tipe maupun bahan yang digunakan untuk membuat kandang tersebut, sedangkan penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan. Secara tidak lamngdung kandang juga mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil peternakan. Kandang yang fungsional akanm menambah pendapatan bagi pemiliknya.
Ayam broiler memerlukan luasan kandang yang cukup untuk bergerak. Hal ini dilakukan agar ayam, tidak stres dan jenuh, untuk satu kandang maksimal ditempati 1000 ekor dengan luas kandang 600 meter atau 60 x 10 meter. Jika kandang langsung beralaskan tanah sebaiknya alas kandang ditaburi dengan sekam. Hal ini bertujuan agar ayam tak langsung kontak dengan tanah. Selain menghindari pemnyakit dari tanah, sekam juga dapat meredam bau amoniak yang dikeluarkan dari otoran ayam. Sedangkan untuk kandang pangung bisa menggunakan sekam atau tidak tergantung pada kebutuhan. Kandang bisa dibuat dari bilah-bilah bambu, agar pada malam hari ayam tidak kedinginan. Ada baiknya juga jika kandang diselimuti oeh plastik, sehingga angin tidak langsung masuk ke kandang. Penggunaan plastik disesuaikan dengan tinggi kandang.

 B.   Kepadatan
Kepadatan berhubungan dengan ketersediaan oksigen bagi ayam untuk memberikan hasil yang lebih optimal. Menghadapi perubahan cuaca yang terus berubah-ubah, ayam sangat memerlukan daya tahan tubuh yang kuat. Daya tahan tubuh atau kekebalan imunitas ada yang berasal dari induk dan ada yang didapat secara perolehan. Daya tahan akan optimal apabila stres atau faktor pengganggu dapat diminimalkan.
Sementara itu, hasil rekayasa genetika yang sistematis dan terus menerus dilakukan memaksa tubuh broiler modern berkembang ekstra guna menghasilkan performa yang optimal. Di sisi lain, perubahan ini juga disertai beberapa titik kelemahan. Ayam akan lebih malas bergerak dan menjadi lebih rentan terkena penyakit serta ketidakseimbangan antara perkembangan daging dengan organ viscera ayam tersebut kurang baik.
Perkembangan tubuh broiler modern yang pesat semestinya diimbangi dengan perbaikan kualitas dan pola feeding, perbaikan manajemen serta kualitas kondisi lingkungan. Perbaikan kondisi linkungan yan dapat dilakukan meliputi ketersediaan oksigen (O2), kestabilan suhu, kelembaban serta ventilasi yang baik. Pada kenyataannya, kondisi faktor lingkungan sangat fluktuatif, karena itu dibutuhkan terobosan – terobosan terbaru untuk menyiasati pengaruh lingkungan dalam upaya memaksimalkan hasil produksi.
Salah satu faktor terpenting yang harus diperhatikan sebelum pemeliharaan broiler adalah rencana kepadatan ayam (density) yang akan diisi sesuai dengan kapasitas kandang yang ada serta kondisi ventilasi udaranya. Hal ini berhubungan dengan ketersediaan oksigen bagi ayam untuk meperoleh hasil yang lebih optimal. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan kepadatan ayam yang akan dipelihara antara lain :

1.    Tipe kandang (opened house atau closed house)
Tipe kandang tertutup (closed house) tentu saja akam menampung ayam lebih banyak dibandingkan tipe kandang terbuka (opened house)
2.    Tipe pemeliharaan (postal atau panggung)
Kandang panggung akan memuat ayam lebih padat dari kandang postal. Hal ini mengingat ketersediaan oksigen dan vemtilasi udara terutama setelah ayam besar.
3.    Peralatan yang dipakai (otomatis atau manual)
Kandang yang menggunakan peralatan tempat pakan dan minum yang otomatis akan mamiliki daya tampung lebih besar dibandingkan dengan kandang yang menggunakan tempat pakan dan minim manual. Pasalnya, tempat pakan manual seperti tabung feeder banyak memakan tempat sehingga luas kandang menjadi berkurang.

Tidak ada komentar: